​Semarak Hari Jadi ke-196 Gunungkidul: Kontingen Kapanewon Ngawen Tampil Anggun dalam Balutan Gagrak Ngayogyakarta

Suasana semarak dan penuh keagungan menyelimuti Alun-Alun Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (14/10/2026). Ribuan peserta dari seluruh penjuru daerah memadati lokasi puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ke-196, termasuk rombongan kontingen dari Kapanewon Ngawen yang hadir memberikan dukungan penuh.

​Semangat kebersamaan kontingen Kapanewon Ngawen telah terpancar sejak pagi melintasi fajar. Seluruh peserta berkumpul di halaman Kantor Kapanewon Ngawen tepat pukul 05.30 WIB sebelum bertolak bersama menuju lokasi acara. Iring-iringan rombongan terdiri dari satu armada pick-up yang mengangkut gunungan hasil bumi, satu armada bus untuk jajaran pegawai dan karyawati Kapanewon Ngawen beserta Tenaga Pendamping Profesional (TPP), serta enam bus yang membawa perwakilan masyarakat dan pamong dari enam kalurahan se-Kapanewon Ngawen.

​Setibanya di lokasi, perwakilan Kapanewon Ngawen bergabung dengan ribuan peserta dari 18 kapanewon dan 144 kalurahan se-Kabupaten Gunungkidul. Seluruh elemen tampak anggun mengenakan pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta Jangkep, mempertegas nuansa kebudayaan dan kearifan lokal Mataram Islam yang kental.

​Prosesi peringatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara diawali dengan pementasan berbagai atraksi seni tari bedhaya yang memukau, disusul dengan prosesi sakral Kirab Pusaka. Pusaka-pusaka penting daerah seperti Tombak Kyai Margo Salurung, Kyai Pandoyo Panjul, dan Songsong Kyai Robyong dikirabkan secara khidmat dengan pengawalan dari Bergodo Kepanjen Semanu serta Bergodo Wiro Tamtomo Karangmojo.

​Dalam rangkaian acara tersebut, turut disampaikan pidato dan sambutan dari Panitia Penyelenggara, Bupati Gunungkidul, serta Amanat dari Gubernur DIY. Momen ini juga menjadi ajang edukasi sejarah, di mana rekam jejak berdirinya Kabupaten Gunungkidul serta makna dan filsafat di balik pusaka-pusaka yang dikirabkan diulas kembali untuk memupuk kebanggaan warga. Peringatan hari jadi ini kemudian diakhiri dengan panjatan doa khusyuk demi memohon keselamatan, keberkahan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gunungkidul.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendamping Desa Verifikasi Pelaksanaan PKT Pembangunan Talud di Wonosari Jurangjero

Musyawarah Kalurahan Beji Bahas Penyusunan RKPKal Tahun 2026

Pendampingan Penyusunan Laporan Padat Karya Dana Keistimewaan DIY, Kalurahan Sambirejo Perkuat Akuntabilitas Pembangunan