Jumat, 13 Februari 2026

Pendampingan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Mekar Jaya Sambirejo oleh PD dan PLD Kapanewon Ngawen

 Pendampingan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Mekar Jaya Sambirejo oleh PD dan PLD Kapanewon Ngawen




Sambirejo, 24 Desember 2025 – Dalam rangka meningkatkan tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), Pendamping Desa (PD) bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) Kapanewon Ngawen melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMKal Mekar Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di BUMKal Mekar Jaya Sambirejo, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen.

Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan penyusunan laporan pertanggungjawaban BUMKal dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha desa.

Dalam kegiatan tersebut, PD dan PLD memberikan arahan teknis terkait penyusunan laporan keangan, laporan kegiatan usaha, pencatatan aset, serta kelengkapan administrasi pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap sistem pembukuan yang telah berjalan guna meningkatkan ketepatan dan kerapian pencatatan transaksi.

Pengurus BUMKal Mekar Jaya menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan, karena sangat membantu dalam memahami format dan mekanisme penyusunan LPJ yang sesuai standar. Melalui kegiatan ini, diharapkan BUMKal Mekar Jaya dapat semakin profesional dalam pengelolaan usaha dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal).

Kegiatan berlangsung dengan lancar serta diwarnai diskusi aktif antara tim pendamping dan pengurus BUMKal. Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan secara berkala guna mendukung tata kelola BUMKal yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di Kalurahan Sambirejo.

Pemerintah Kapanewon Ngawen Survay rencana lokasi Gotongroyong di 6 Kalurahan

 Ngawen — Kamis, 12 Februari 2026. Pemerintah Kapanewon Ngawen, Pendamping Desa bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan kegiatan survei di enam kalurahan se-Kapanewon Ngawen dalam rangka persiapan program gotong royong pembangunan corblok talud. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panewu Ngawen dan melibatkan jajaran Dinas PU, lurah, serta perwakilan masyarakat setempat.




Survei dilakukan untuk meninjau kondisi talud di masing-masing kalurahan yang dinilai membutuhkan perbaikan maupun pembangunan baru. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi, mengidentifikasi kebutuhan teknis, serta menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Panewu Ngawen dalam keterangannya menyampaikan bahwa program corblok talud ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui semangat gotong royong. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dalam membangun lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dinas PU menambahkan bahwa pembangunan talud dengan sistem corblok dipilih karena dinilai lebih kuat, tahan lama, serta mampu meminimalkan risiko longsor dan kerusakan akibat aliran air, terutama saat musim hujan.

Enam kalurahan yang menjadi lokasi survei menyambut baik rencana program tersebut. Pemerintah kalurahan bersama warga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, baik dalam bentuk partisipasi tenaga maupun pengawasan bersama.

Dengan dilaksanakannya survei ini, diharapkan program gotong royong pembangunan corblok talud dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kapanewon Ngawen.

https://ngawen.gunungkidulkab.go.id/berita/verifikasi-proposal-gotong-royong

Rabu, 11 Februari 2026

TAPM Gunungkidul Lakukan Pendampingan dan Monitoring BUMKal Kencana Watusigar

 

Gunungkidul – Kamis, 10 Februari 2026, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul bersama Pendamping Desa (PD/PLD) Kapanewon Ngawen dan Jawatan Kemakmuran melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan di Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Kencana Watusigar.

Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan penyusunan dan penelaahan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Dalam pelaksanaannya, tim pendamping diterima langsung oleh Pemerintah Kalurahan Watusigar serta jajaran pengelola BUMKal Kencana Watusigar.

Selain monitoring administrasi dan laporan keuangan, TAPM bersama PD/PLD dan Jawatan Kemakmuran juga melakukan pendampingan terhadap kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMKal. Program ketahanan pangan tersebut direncanakan bergerak pada dua bidang usaha, yaitu jual beli hasil pertanian dan pengelolaan toko sarana produksi pertanian (saprotan).

Saat ini, usaha yang telah berjalan adalah toko saprotan, dengan kegiatan utama berupa penjualan benih padi untuk mendukung musim tanam ke-2. Usaha ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan petani lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat kalurahan.

Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan ini, diharapkan BUMKal Kencana Watusigar dapat semakin tertib secara administrasi, akuntabel dalam pengelolaan keuangan, serta mampu mengembangkan unit usaha yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Kalurahan Watusigar.

Senin, 09 Februari 2026

 TPP Ngawen Lakukan Monitoring dan Koordinasi Persiapan Lomba Desa




Gunungkidul — Pada Senin, 9 Februari 2026, Tim Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Ngawen bersama Kepala Jawatan Praja, Jawatan Kemakmuran, dan Jawatan Sosial melaksanakan kegiatan monitoring dan koordinasi persiapan Lomba Desa tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kesiapan desa, khususnya dalam hal kelengkapan administrasi yang akan menjadi salah satu aspek utama dalam proses penilaian. Administrasi tersebut dijadwalkan akan dinilai pada Rabu, 11 Februari 2026.

Melalui monitoring dan koordinasi ini, diharapkan seluruh desa peserta lomba dapat mempersiapkan dokumen administrasi secara optimal, sesuai dengan ketentuan dan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Sinergi antara TPP dan unsur jawatan terkait menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan desa dalam menghadapi tahapan penilaian lomba desa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pendampingan dan pembinaan agar desa mampu menampilkan kinerja terbaik dalam ajang Lomba Desa tingkat kabupaten. 


Jumat, 06 Februari 2026

 

Monitoring TPP dan Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen ke Bumkal Makmur Jurangjero.




Ngawen — Tim Monitoring TPP bersama Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen melaksanakan kegiatan monitoring program ketahanan pangan pada Jumat, 6 Februari 2025. Kegiatan ini bertempat di Bumkal Makmur Kalurahan Jurangjero, tepatnya di lokasi budidaya ikan lele.

Monitoring ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumkal Makmur. Di lokasi, tim monitoring diterima langsung oleh Direktur dan Bendahara Bumkal Makmur yang memberikan penjelasan terkait proses budidaya lele yang sedang berjalan.

Berdasarkan hasil monitoring, perkembangan budidaya ikan lele menunjukkan hasil yang sangat baik. Ikan lele telah dilakukan penyortiran sebanyak dua kali guna menjaga kualitas dan keseragaman ukuran ikan. Saat ini, budidaya lele telah memasuki usia 23 hari setelah penebaran bibit dan menunjukkan pertumbuhan yang sehat.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan program budidaya lele sebagai bagian dari ketahanan pangan desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kalurahan Jurangjero, baik dari sisi pemenuhan pangan maupun peningkatan ekonomi desa.




Kamis, 05 Februari 2026

Kunjungan TAPM Kabupaten Gunungkidul dalam Kegiatan Monitoring BUMKal Bangkit Karya Mandiri dan BUMKal Mekar Jaya


Ngawen – 5 februari 2026, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka kegiatan BUMKal Bangkit Karya Mandiri Kalurahan Kampung dan BUMKal Mekar Jaya Kalurahan Sambirejo. Kunjungan ini difokuskan pada kegiatan monitoring penggunaan anggaran ketahanan pangan yang dikelola oleh masing-masing BUMKal.

Di Kalurahan Kampung, TAPM Kabupaten Gunungkidul meninjau langsung persiapan kegiatan BUMKal Bangkit Karya Mandiri yang akan mengembangkan usaha budidaya ayam jowo super. Saat ini, BUMKal tengah melakukan persiapan berupa rencana renovasi kandang sebagai sarana pendukung utama budidaya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat kalurahan.

Sementara itu, di Kalurahan Sambirejo, TAPM melakukan monitoring terhadap kegiatan BUMKal Mekar Jaya yang mengelola usaha budidaya melon melalui sistem green house. Pada saat kunjungan, tanaman melon telah memasuki usia 17 Hari Setelah Tanam (HST) dan menunjukkan perkembangan yang baik. Pengelolaan budidaya dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan anggaran ketahanan pangan secara tepat sasaran.


Melalui kegiatan monitoring ini, TAPM Kabupaten Gunungkidul memberikan pendampingan serta masukan kepada pengelola BUMKal agar pelaksanaan program ketahanan pangan dapat berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan berkelanjutan. Diharapkan, keberadaan BUMKal sebagai penggerak ekonomi kalurahan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.


https://tppkabgunungkidul.blogspot.com/2026/02/kapanewon-ngawen-kebut-program.html

Selasa, 03 Februari 2026

BUMKAL MEKAR JAYA Sambirejo

 Penanaman Perdana Melon Program Ketahanan Pangan BUMKal Mekar Jaya Sambirejo Ngawen

Ngawen — Pemerintah Desa di Kapanewon Ngawen melaksanakan kegiatan penanaman perdana tanaman melon pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Desa yang didanai melalui Dana Desa sebesar Rp276 juta yang dikelola olah BUMKAL Mekar Jaya Sambirejo.

Penanaman perdana tersebut dihadiri oleh Lurah, Panewu Ngawen, Danramil, Kapolsek, Pendamping Desa, serta BPP Pertanian Kapanewon Ngawen. Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri, dan pendamping pertanian ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Lurah setempat menyampaikan bahwa budidaya melon dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta potensi pasar yang baik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa, khususnya kelompok tani, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan Dana Desa yang produktif dan berkelanjutan.

Panewu Ngawen mengapresiasi langkah desa dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan. Ia berharap kegiatan ini dapat dikelola dengan baik, didampingi secara teknis oleh BPP Pertanian, sehingga hasil panen nantinya maksimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan dari BPP Pertanian Kapanewon Ngawen menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan teknis mulai dari penanaman, perawatan, hingga masa panen. Dengan pengelolaan yang tepat, tanaman melon diharapkan dapat memberikan hasil optimal dan menjadi salah satu ikon ketahanan pangan desa.

Melalui program ketahanan pangan ini, Pemerintah Desa Ngawen berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.https://www.instagram.com/reel/DTsUJWnEl8u/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Percepat Kesejahteraan Kader, Pemerintah Desa Koordinasi Penyaluran Insentif April 2026

KAMPUNG, 15 April 2026 – Dalam upaya mengapresiasi kinerja para penggerak di tingkat akar rumput, Pemerintah Desa melakukan koordinasi inte...