Jumat, 17 April 2026

Penanaman Melon Periode Kedua BUMKal Mekar Jaya Sejahtera Sambirejo Resmi Dimulai


Kamis, 16 April 2026

Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi dan Penguatan BUMKal di Kapanewon Ngawen

Ngawen 16 April 2026 — Jawatan Kemakmuran bersama Pemerintah Kapanewon Ngawen menggelar Rapat Koordinasi terkait Reformasi Birokrasi Kalurahan yang diikuti oleh perwakilan Pemerintah Kalurahan se-Kapanewon Ngawen. Peserta yang hadir terdiri dari Carik, Ulu-ulu, Pangripta, dan Jogoboyo dari masing-masing kalurahan.

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian hasil asesmen Kapanewon sebagai bahan evaluasi bersama dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan kalurahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Reformasi birokrasi menjadi fokus utama guna memperkuat pelayanan publik di tingkat kalurahan.

Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan pembahasan terkait Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), yang mencakup beberapa agenda penting. Pertama, dilakukan sosialisasi Pemeringkatan BUMKal Tahun 2026, sekaligus pemetaan progres bagi BUMKal yang telah mengikuti proses pemeringkatan.

Kedua, dilakukan pemetaan terhadap BUMKal yang belum melaksanakan Musyawarah Kalurahan (Muskal) terkait Laporan Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan ini, diidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi serta dirumuskan solusi agar seluruh kalurahan dapat segera menyelesaikan laporan tersebut. Hingga saat ini, masih terdapat satu kalurahan yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Ketiga, dibahas pula progres kegiatan ketahanan pangan yang dijalankan oleh BUMKal hingga akhir tahun 2025. Dari hasil pemetaan, diketahui bahwa BUMKal Watusigar telah berhasil merealisasikan program ketahanan pangan. Namun, hingga April 2026 masih terdapat dua BUMKal, yaitu Kampung dan Beji, yang belum menunjukkan progres kegiatan.

Sementara itu, beberapa BUMKal lainnya menunjukkan perkembangan positif. BUMKal Tancep saat ini sedang dalam tahap proses pelaksanaan program. BUMKal Sambirejo telah berhasil melaksanakan panen pertama greenhouse melon dan mulai memasuki masa tanam musim kedua. Adapun BUMKal Juranjero mencatat hasil panen ternak lele pada musim pertama dengan total produksi sekitar 3,5 ton.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh kalurahan di Kapanewon Ngawen dapat meningkatkan kinerja birokrasi serta mengoptimalkan peran BUMKal dalam mendukung perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat. --Ew--


Selasa, 14 April 2026

Percepat Kesejahteraan Kader, Pemerintah Desa Koordinasi Penyaluran Insentif April 2026


KAMPUNG, 15 April 2026
– Dalam upaya mengapresiasi kinerja para penggerak di tingkat akar rumput, Pemerintah Desa melakukan koordinasi intensif bersama Kamituwo pada Rabu (15/04). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan teknis dan memastikan realisasi penyaluran insentif kader berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, jadwal penyaluran insentif telah ditetapkan dalam dua gelombang utama demi menjaga ketertiban administrasi:

1. Penyaluran Gelombang Pertama (Jumat, 17 April 2026)

Penyaluran perdana akan difokuskan bagi mayoritas kader kesehatan dan kependudukan. Adapun rincian penerima pada hari Jumat ini adalah:

  • 50 Kader KB

  • 52 Kader Kesehatan

  • 2 Kader Pembangunan Manusia (KPM)

2. Penyaluran Gelombang Kedua (Pekan Depan)

Untuk 3 Kader PAUD, penyaluran insentif direncanakan akan dilaksanakan pada minggu depan. Saat ini terdapat dua opsi waktu yang sedang difinalisasi, yaitu antara:

  • Selasa, 21 April 2026 atau

  • Rabu, 22 April 2026

Catatan: Pemerintah Desa berharap melalui penyaluran insentif yang tepat waktu ini, semangat para kader dalam melayani masyarakat—baik di bidang kesehatan, keluarga berencana, maupun pendidikan anak usia dini—tetap terjaga dengan baik.


Pantau Perkembangan 15 Ekor Sapi, BUMKal Handayani Tancep Gelar Monitoring Tahap Kedua



TANCEP (14/04/2026)
– Upaya penguatan ekonomi kalurahan melalui sektor peternakan terus menunjukkan progres positif. Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen, Pemerintah Kalurahan Tancep, bersama tim pendamping kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) tahap kedua terhadap program kemitraan sapi BUMKal Handayani pada Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh:

  • Bapak Tri Haryono (Mewakili Jawatan Kemakmuran)

  • Lurah Tancep

  • Pendamping Desa & Pendamping Lokal Desa (PLD)

  • Pengurus BUMKal Handayani Tancep

Penomoran Kandang dan Identifikasi Ternak

Selain memantau kesehatan dan pertumbuhan 15 ekor sapi yang dikelola oleh warga mitra, tim juga melakukan pemasangan tanda dan nomor kandang. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pendataan serta memastikan manajemen pemeliharaan berjalan sesuai standar operasional yang ditetapkan oleh BUMKal.

"Monitoring ini penting untuk memastikan aset kalurahan dalam kondisi sehat dan terawat. Kami ingin memastikan program kemitraan ini benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi warga yang memeliharanya," ujar Bapak Tri Haryono di sela-sela peninjauan.

Target Pemasaran: Hari Raya Idul Adha

Program kemitraan ini merupakan investasi strategis yang dimulai sejak pembelian bibit pada Januari lalu. Dengan perawatan intensif selama beberapa bulan terakhir, sapi-sapi tersebut diproyeksikan mencapai bobot maksimal dalam waktu dekat.

Rencana Strategis Ke Depan:

  • Target Keluar: Seluruh sapi (15 ekor) direncanakan akan dipasarkan secara serentak.

  • Momentum: Penjualan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026.

  • Harapan: Dengan tingginya permintaan pasar saat Idul Adha, diharapkan margin keuntungan bagi BUMKal dan warga mitra dapat optimal.

Lurah Tancep menyampaikan apresiasinya kepada para peternak mitra yang telah berkomitmen merawat ternak dengan baik. Dengan adanya sinergi antara pemerintah kalurahan, BUMKal, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi pilar ketahanan pangan sekaligus motor penggerak kesejahteraan di Kalurahan Tancep. 

Senin, 13 April 2026

Ngawen Tempati Peringkat Kedua Pemeringkatan BUMDes Gunungkidul, Tinggal Satu Belum Rampung

 




Ngawen, 14 april 2026, Proses pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan data terbaru per 14 April 2026 pukul 06.00, capaian pengumpulan data secara keseluruhan baru mencapai 30 persen, dengan 48 BUMDes sudah submit dari total 162 BUMDes yang ada.

Salah satu kapanewon yang menunjukkan kinerja menonjol adalah Kapanewon Ngawen. Dari total 7 BUMDes yang ada, sebanyak 6 BUMDes telah menyelesaikan proses pemeringkatan, atau setara dengan 86 persen capaian. Dengan hasil tersebut, Ngawen saat ini menempati peringkat kedua se-Kabupaten Gunungkidul.

Posisi pertama masih ditempati oleh Kapanewon Rongkop yang telah menyelesaikan seluruh pemeringkatan 9 BUMDes atau mencapai 100 persen. Meski sudah hampir tuntas, masih terdapat satu BUMDes di wilayah Ngawen yang belum menyelesaikan proses pemeringkatan, yakni BUMDes Makmur Sejahtera Beji. Pemerintah kapanewon berharap BUMDes tersebut dapat segera merampungkan prosesnya sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Secara umum, capaian di berbagai kapanewon masih beragam. Beberapa wilayah seperti Panggang, Tepus, dan Semanu masih berada pada angka 0 persen, sementara kapanewon lain menunjukkan progres bertahap.

Dengan capaian yang sudah mendekati sempurna, Kapanewon Ngawen diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan posisinya, serta menjadi contoh bagi kapanewon lain dalam percepatan pemeringkatan BUMDes di Kabupaten Gunungkidul.

Jumat, 10 April 2026

Muskal Penetapan BLT Tahun 2026 dan LPJ Bumkal Mekar Jaya Sejahtera Desa Sambirejo Digelar

 Muskal Penetapan BLT Tahun 2026 dan LPJ Bumkal Mekar Jaya Sejahtera Desa Sambirejo Digelar




Sambirejo – Pemerintah Desa Sambirejo telah melaksanakan Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam rangka penetapan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun Anggaran 2026 serta penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bumkal Mekar Jaya Sejahtera pada Jumat, 10 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di balai desa ini dihadiri oleh perangkat desa, Bamuskal, tokoh masyarakat, serta pendamping desa. Dalam kesempatan tersebut, Panewu tidak dapat hadir, namun kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan tertib.

Dalam agenda musyawarah, telah disepakati penetapan penerima BLT tahun 2026 sebanyak 9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penetapan ini dilakukan melalui musyawarah bersama dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditentukan, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

Selain itu, pengurus Bumkal Mekar Jaya Sejahtera juga menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa pada tahun 2025 Bumkal belum melaksanakan kegiatan usaha. Namun demikian, pada tahun 2026 Bumkal mulai menjalankan kegiatan usaha berupa budidaya melon dan jamur kuping.

Kegiatan budidaya tersebut saat ini telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini menjadi langkah awal yang baik bagi pengembangan Bumkal ke depan dalam meningkatkan perekonomian desa serta kesejahteraan masyarakat.

Peserta musyawarah juga memberikan berbagai masukan dan dukungan agar Bumkal Mekar Jaya Sejahtera dapat terus berkembang, mengelola usaha secara optimal, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Sambirejo.

Dengan terselenggaranya Muskal ini, diharapkan penyaluran BLT tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran, serta Bumkal Mekar Jaya Sejahtera mampu berkembang menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi desa.

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Fasilitasi Ulu-Ulu Kalurahan Beji Susun RAB Pembangunan Talud dan Jalan Usaha Tani

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Fasilitasi Ulu-Ulu Kalurahan Beji Susun RAB Pembangunan Talud dan Jalan Usaha Tani



Beji, Ngawen – Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kapanewon Ngawen melaksanakan fasilitasi dan pendampingan kepada Ulu-Ulu Kalurahan Beji dalam rangka penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kegiatan pembangunan talud dan jalan usaha tani. Rencana pembangunan berlokasi di ruas jalan penghubung Padukuhan Bendo dengan Padukuhan Ngelo Kidul.

Kegiatan pendampingan ini digelar di Balai Kalurahan Beji, Jumat (10/4/2026), dihadiri oleh Ulu-Ulu Kalurahan Beji, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Dukuh Bendo, Dukuh Ngelo Kidul, serta Pendamping Desa dan PLD Kapanewon Ngawen.

Fokus pada Teknis dan Akuntabilitas Anggaran

Dalam fasilitasi tersebut, Pendamping Desa bersama PLD mendampingi proses penyusunan RAB mulai dari pengukuran volume lapangan, penentuan spesifikasi teknis, hingga perhitungan harga satuan berdasarkan standar kabupaten dan survei harga pasar setempat.

"Peran kami memastikan RAB yang disusun Ulu-Ulu dan TPK sudah sesuai regulasi, wajar, dan bisa dipertanggungjawabkan. Terutama untuk pembangunan talud, aspek kekuatan struktur dan volume galian-timbunan harus dihitung detail agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan anggaran," jelas Pendamping Desa Kapanewon Ngawen.

Untuk jalan usaha tani, diskusi menitikberatkan pada penentuan lebar jalan, jenis perkerasan, dan titik-titik rawan longsor yang perlu diperkuat talud. Ruas jalan Bendo–Ngelo Kidul dipilih karena menjadi jalur utama petani mengangkut hasil panen dan pupuk, namun kondisinya masih berupa tanah dengan kontur yang rawan tergerus saat musim hujan.

Respon Ulu-Ulu dan Harapan Warga

Ulu-Ulu Kalurahan Beji menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat membantu, khususnya dalam memahami teknis penyusunan RAB sesuai aplikasi SISKEUDES. "Kami jadi lebih paham cara menghitung kebutuhan material untuk talud, upah kerja, dan sewa alat. Dengan didampingi, kami lebih yakin RAB ini nantinya tidak bermasalah saat pemeriksaan," ujarnya.

Dukuh Bendo dan Dukuh Ngelo Kidul menambahkan bahwa warga sudah lama menantikan perbaikan ruas jalan ini. "Kalau hujan, jalan jadi licin dan sering longsor. Talud dan jalan yang diperkeras akan sangat membantu petani. Apalagi ini jalur utama ke sawah dan kebun," kata Dukuh Ngelo Kidul.

Tahapan Selanjutnya

Setelah RAB rampung dan disepakati, dokumen akan diverifikasi oleh tim kabupaten sebelum masuk ke tahap pengadaan dan pelaksanaan fisik. Pendamping Desa menegaskan akan terus mengawal hingga proses pelaksanaan agar sesuai dengan perencanaan.

"Prinsipnya, pembangunan dari Dana Desa harus tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat administrasi. Dengan fasilitasi sejak perencanaan, potensi kesalahan bisa ditekan sejak awal," tutup PLD Kapanewon Ngawen.

Pembangunan talud dan jalan usaha tani di ruas Bendo–Ngelo Kidul ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar-pedukuhan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mengurangi risiko kerusakan jalan akibat erosi. -hp-

Penanaman Melon Periode Kedua BUMKal Mekar Jaya Sejahtera Sambirejo Resmi Dimulai

Sambirejo, 16 April 2026 — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Mekar Jaya Sejahtera kembali melakukan penanaman melon periode kedua di gree...