Kunjungan bupati ke kapanewon ngawen
I. Sinergi Konservasi Lingkungan dan Stimulan Gotong Royong Bersama Bupati Gunungkidul
Rangkaian kegiatan hari ini diawali dengan mendampingi kunjungan kerja Bupati Gunungkidul, Ibu Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sebuah aksi nyata yang berfokus pada pemulihan lingkungan dan penguatan swadaya masyarakat.
Aksi Hijau Pasca Bencana: Kegiatan dimulai di Padukohan Jono, Kelurahan Tancap. Di lokasi ini, dilakukan penanaman pohon untuk konservasi lahan pasca-bencana tanah longsor dan banjir. Langkah preventif ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis alam sekaligus meminimalisir risiko bencana di masa mendatang.
Monitoring Stimulan Gotong Royong: Masih di Padukohan Jono (Kelurahan Tancap), kunjungan Bupati dilanjutkan dengan monitoring dan survei hasil kegiatan stimulan gotong royong. Semangat kebersamaan warga terlihat jelas dari hasil pembangunan yang ditinjau langsung oleh orang nomor satu di Gunungkidul ini.
Estafet Peninjauan: Peninjauan stimulan gotong royong kemudian bergeser ke dua titik berikutnya, yaitu di Padukohan Tobong (Kelurahan Sambirejo) dan Padukohan Duren (Kelurahan Beji). Ketiga lokasi ini menjadi bukti nyata bahwa stimulan yang diberikan pemerintah mampu memantik kembali budaya luhur gotong royong di tengah masyarakat.
II. Monitoring dan Evaluasi (Monev) Ketahanan Pangan BUMKal oleh TPP dan Jawatan Kemakmuran
Setelah agenda bersama Bupati selesai, kami selaku Tenaga Pendamping Profesional (PD dan PLD) bersama dengan Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen melanjutkan agenda mandiri. Kami melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait program Ketahanan Pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal)—sebutan khas untuk BUMDes di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Monev kali ini menyasar dua BUMKal dengan unit usaha yang berbeda:
1. BUMKal Kelurahan Jurangjero (Budidaya Lele)
Perkembangan: Unit usaha budidaya lele di Kelurahan Jurangjero menunjukkan progres yang sangat menggembirakan.
Capaian: Pada masa panen kemarin, BUMKal Jurangjero berhasil mencatatkan hasil panen yang fantastis, yaitu mencapai sekitar 3,4 ton lele. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Kalurahan) sekaligus memperkuat ketersediaan gizi warga setempat.
2. BUMKal "Maju Makmur Sejahtera" Kelurahan Beji (Peternakan Sapi)
Perkembangan: Di Kelurahan Beji, program ketahanan pangan diwujudkan dalam bentuk peternakan sapi. Saat ini, realisasi awal telah dilakukan dengan pembelian 1 ekor sapi senilai Rp20.000.000,-.
Sistem Pengelolaan: Pemeliharaan sapi ini nantinya akan menggunakan sistem kemitraan "Gado" (bagi hasil) dengan warga setempat, sehingga dampak ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.
Strategi ke Depan: Pembelian sapi berikutnya sengaja ditunda terlebih dahulu. Langkah taktis ini diambil mengingat saat ini harga sapi di pasaran sedang melambung tinggi menjelang Hari Raya Idul Adha (Kurban). Pembelian tahap selanjutnya baru akan dieksekusi setelah melihat pergerakan harga pasar yang diprediksi menurun pasca-hari raya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Mulai dari upaya mitigasi bencana melalui penghijauan, penguatan infrastruktur sosial lewat gotong royong, hingga penguatan ekonomi domestik melalui Monev Ketahanan Pangan BUMKal.
Sinergi antara pemerintah daerah, TPP Kapanewon Ngawen (PD/PLD), Jawatan Kemakmuran, dan pemerintah kalurahan menjadi kunci utama dalam memastikan setiap program pembangunan di Kabupaten Gunungkidul berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.


Komentar
Posting Komentar