Pendataan 2026: Usaha BUMKal di Kapanewon Ngawen Terus Berkembang, Potensi Usaha Mulai Menguat
Ngawen, Gunungkidul — Hasil pendataan perkembangan usaha Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) tahun 2026 di Kapanewon Ngawen menunjukkan bahwa enam BUMKal telah menjalankan berbagai kegiatan usaha sesuai dengan potensi masing-masing kalurahan. Usaha yang dikembangkan meliputi peternakan, pertanian, perikanan, pasar desa, hingga pengelolaan usaha berbasis potensi lokal.
Enam BUMKal yang masuk dalam pendataan tersebut adalah BUM Desa Handayani Tancep, BUM Desa Mekar Jaya Sejahtera Sambirejo, BUM Desa Makmur Jurangjero, BUM Desa Bangkit Karya Mandiri Kampung, BUM Desa Makmur Sejahtera Beji, dan BUM Desa Kencana Watusigar.
Secara keseluruhan, total penyertaan modal kepada enam BUMKal tersebut tercatat sekitar Rp1,84 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha yang tercatat selama Januari hingga periode pelaporan 2026 mencapai sekitar Rp334,99 juta, dengan biaya operasional sekitar Rp346,45 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan usaha masih berada pada tahap penguatan. Beberapa unit usaha telah menghasilkan pendapatan dan laba, sementara sebagian lainnya masih menghadapi biaya pengembangan dan operasional yang cukup besar. Secara agregat, laba/rugi tahun 2026 tercatat sekitar minus Rp11,45 juta.
Beragam Potensi Usaha Mulai Dikembangkan
Di Kalurahan Tancep, BUMKal Handayani mengembangkan sejumlah usaha, salah satunya penggemukan sapi dengan sistem gaduh. Saat pendataan dilakukan, usaha tersebut berjalan dengan 14 ekor sapi dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara bertahap hingga sekitar 18 ekor per periode penggemukan melalui penambahan ternak dan peternak mitra.
Sementara itu, BUMKal Mekar Jaya Sejahtera Sambirejo mengembangkan usaha budidaya melon. Perkembangan produksi menunjukkan tren positif. Produksi pada siklus pertama mencapai sekitar 1,4 ton, siklus kedua sekitar 1,5 ton, sedangkan siklus ketiga tercatat meningkat. Kapasitas greenhouse diperkirakan dapat mencapai sekitar 2 ton per siklus produksi.
Di Kalurahan Jurangjero, BUMKal Makmur mengembangkan budidaya ikan lele dengan kapasitas produksi sekitar 40.000 ekor per siklus. Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan risiko usaha dan kemampuan pengelolaan.
BUMKal Bangkit Karya Mandiri Kampung menjalankan usaha peternakan ayam Jawa Super. Kapasitas kandang diperkirakan mencapai sekitar 2.500 ekor per siklus. Pada pemesanan terakhir, sebanyak 2.000 ekor direncanakan masuk kandang, namun yang terealisasi sekitar 1.200 ekor karena keterbatasan ketersediaan bibit. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang pengembangan usaha apabila pasokan bibit dapat terpenuhi.
Di Kalurahan Beji, BUMKal Makmur Sejahtera mengembangkan usaha penggemukan sapi dengan sistem gaduh. Saat ini usaha berjalan dengan sekitar 8 ekor sapi dan berpotensi dikembangkan secara bertahap hingga sekitar 14 ekor per periode penggemukan melalui penambahan ternak dan peternak mitra.
Sedangkan BUMKal Kencana Watusigar menjalankan usaha penggemukan sapi dan pengelolaan pasar desa. Usaha penggemukan sapi saat ini berjalan dengan sekitar 10 ekor, dengan potensi pengembangan hingga sekitar 15 ekor per periode penggemukan.
Penguatan Tata Kelola Masih Menjadi Perhatian
Selain melihat perkembangan omzet dan usaha, pendataan juga mencakup aspek manajemen BUMKal. Seluruh BUMKal yang didata tercatat memiliki pengurus yang aktif, membuat laporan keuangan, serta melaksanakan tutup buku dan laporan pertanggungjawaban tahunan.
Namun, penguatan tata kelola masih diperlukan, terutama dalam pencatatan transaksi harian, pengembangan modal usaha yang dihasilkan sendiri, peningkatan kapasitas pengelola, serta pengembangan kerja sama dengan pihak lain.
Data pendataan juga menunjukkan bahwa belum terdapat setoran ke PADes yang tercatat dari enam BUMKal tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang dapat menjadi perhatian dalam pengembangan usaha ke depan, seiring dengan meningkatnya kapasitas dan kinerja unit usaha.
Potensi Besar, Pengembangan Dilakukan Bertahap
Hasil pendataan menunjukkan bahwa BUMKal di Kapanewon Ngawen memiliki potensi usaha yang cukup beragam. Peternakan sapi, budidaya melon, budidaya lele, dan peternakan ayam menjadi beberapa usaha yang memiliki kapasitas pengembangan berdasarkan kondisi masing-masing.
Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan modal, ketersediaan sarana produksi, pasar, kemampuan pengelola, serta risiko usaha. Dengan pendataan yang dilakukan secara berkala, perkembangan masing-masing BUMKal diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan pada periode berikutnya.
Pendataan BUMKal tahun 2026 tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa pengembangan BUMKal tidak hanya berkaitan dengan besarnya modal yang diberikan, tetapi juga bagaimana modal tersebut dikelola menjadi usaha yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kalurahan dan masyarakat.
Penulis: Novi Maulana, S.T.
Koordinator Kecamatan Pendamping Desa Kapanewon Ngawen

Komentar
Posting Komentar