Monitoring PKTD Dana Keistimewaan di Watusigar, Pastikan Pembangunan Talud Tepat Mutu dan Tepat Waktu

 


WATUSIGAR, 6 Agustus 2026 — Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, mendapat monitoring dan pendampingan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Monitoring dilaksanakan bersama Pemerintah Kalurahan Watusigar dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di kawasan Taman Soka. Fokus kegiatan berada pada pembangunan talud sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur penunjang kawasan wisata.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, pembangunan talud memiliki volume pekerjaan 155 m³ dengan target penyelesaian selama 18 hari kalender. Pelaksanaan menggunakan pola PKTD dengan melibatkan 60 tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program ini. PKTD tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memastikan Dana Keistimewaan memberikan manfaat ekonomi secara langsung melalui penciptaan lapangan kerja dan tambahan pendapatan bagi warga.

Dalam monitoring, dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek penting, meliputi progres fisik pekerjaan, kesesuaian volume, kualitas pasangan talud, penggunaan material, serta keterlibatan tenaga kerja sesuai rencana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pekerjaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Selain aspek fisik, monitoring juga mencakup administrasi kegiatan, dokumentasi pelaksanaan, pengelolaan upah tenaga kerja, serta pemenuhan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Pemerintah Kalurahan dan TPK diminta memastikan seluruh proses dilaksanakan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pendampingan dilakukan secara langsung untuk mencegah terjadinya penyimpangan, baik dalam pelaksanaan fisik maupun administrasi. Setiap tahapan harus mengacu pada ketentuan teknis dan administrasi yang berlaku serta diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pembangunan talud di kawasan Taman Soka diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pendukung pariwisata sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan kawasan. Lebih dari itu, skema PKTD harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

Usai monitoring kegiatan PKTD, pendampingan dilanjutkan kepada Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Watusigar terkait penyusunan dan penyelesaian laporan semesteran. Pendampingan diarahkan untuk memastikan laporan disusun secara lengkap, tertib, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan administrasi yang berlaku.

Dengan pendampingan tersebut, pengelolaan kegiatan dan kelembagaan di Kalurahan Watusigar diharapkan semakin tertib, transparan, dan akuntabel. Setiap program yang menggunakan anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif sekaligus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemkal Watusigar Salurkan BLT Dana Desa Tiga Bulan Sekaligus

Progres Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 Kapanewon Ngawen Masih Berlangsung