Kalurahan Sambirejo Gelar Rembuk Stunting Tahun 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
Sambirejo, 17 Juni 2026 – Pemerintah Kalurahan Sambirejo melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 pada hari Rabu (17/6/2026) sebagai upaya memperkuat sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting di wilayah Kalurahan Sambirejo. Kegiatan ini sekaligus mendapatkan pendampingan dalam proses pelaksanaannya guna memastikan penyusunan program dan kegiatan penanganan stunting berjalan sesuai arah kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
Acara dihadiri oleh perwakilan Kapanewon Ngawen, PLKB, Puskesmas Ngawen II, Pemerintah Kalurahan Sambirejo, Bamuskal, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting.
Dalam kegiatan tersebut dipaparkan data konvergensi stunting Kalurahan Sambirejo Tahun 2026 Triwulan II yang menunjukkan capaian skor konvergensi desa sebesar 83% atau sebanyak 6.552 layanan dari total 7.894 layanan yang telah terpenuhi. Data tersebut disusun oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kalurahan Sambirejo sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut penanganan stunting.
Beberapa capaian yang dipaparkan antara lain:
- Remaja Putri memiliki skor konvergensi sebesar 85,84% dengan 383 sasaran terdata.
- Calon Pengantin (Catin) mencapai skor konvergensi 100% dengan seluruh sasaran telah mendapatkan layanan kesehatan dan bimbingan perkawinan.
- Ibu Hamil dan Nifas memperoleh skor konvergensi 86,49% dengan 26 sasaran terpantau.
- Anak Usia 0–59 Bulan mencapai skor konvergensi 83,73% dengan 335 anak terdata, termasuk 57 anak yang masih teridentifikasi stunting dan memerlukan perhatian lebih lanjut.
- Keluarga Sasaran memiliki skor konvergensi 81,23% dengan 592 keluarga terpantau.
Melalui forum rembuk stunting ini, seluruh peserta melakukan pembahasan terhadap kondisi stunting terkini, identifikasi permasalahan, evaluasi capaian layanan, serta penyusunan usulan kegiatan prioritas yang akan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan kalurahan. Pendampingan yang dilakukan juga bertujuan untuk memastikan program yang disusun tepat sasaran dan mendukung pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Perwakilan dari Kapanewon, PLKB, dan Puskesmas Ngawen II memberikan masukan terkait penguatan intervensi spesifik maupun sensitif, termasuk peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, serta penguatan peran kader kesehatan dan masyarakat dalam pencegahan stunting.
Dengan terselenggaranya Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat penurunan angka stunting di Kalurahan Sambirejo demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.


Komentar
Posting Komentar