Mayoritas Kalurahan di Kapanewon Ngawen Mengalami Penurunan Skor Konvergensi Stunting Juni 2026, Watusigar Tunjukkan Tren Positif
Ngawen, 12 Juni 2026 – Berdasarkan hasil pemantauan data skor konvergensi percepatan penurunan stunting bulan Juni 2026, sebagian besar kalurahan di Kapanewon Ngawen mengalami penurunan capaian dibandingkan bulan Mei 2026. Dari enam kalurahan yang dipantau, hanya Kalurahan Watusigar yang berhasil menunjukkan peningkatan skor, sementara lima kalurahan lainnya mengalami penurunan dengan variasi capaian yang berbeda.
Data menunjukkan bahwa Kalurahan Sambirejo dan Jurangjero masih mempertahankan kategori Sangat Baik dengan skor konvergensi masing-masing sebesar 83,03% dan 80,85%. Sementara itu Kalurahan Tancep dan Watusigar berada pada kategori Baik, dengan skor 75,45% dan 84,20%. Kalurahan Kampung berada pada kategori Cukup dengan skor 66,67%, sedangkan Kalurahan Beji masih berada pada kategori Perlu Perhatian dengan skor 60,12%.
Perubahan skor bulanan menunjukkan bahwa Jurangjero mengalami penurunan terbesar sebesar 6,31%, disusul Sambirejo sebesar 5,93%, Kampung sebesar 4,86%, Beji sebesar 4,30%, dan Tancep sebesar 1,26%. Sebaliknya, Kalurahan Watusigar mencatatkan peningkatan sebesar 6,48%, menjadikannya satu-satunya kalurahan dengan tren positif pada periode ini.
Analisis Capaian
Secara umum, capaian konvergensi stunting di Kapanewon Ngawen masih tergolong baik. Nilai pada indikator keluarga sasaran sebagian besar telah berada di atas 80 persen. Namun demikian, masih terdapat beberapa indikator yang menjadi titik lemah dan memengaruhi capaian akhir skor konvergensi.
Kalurahan Beji misalnya, masih memiliki nilai yang rendah pada indikator remaja putri dan cakupan layanan tertentu sehingga berpengaruh terhadap skor konvergensi secara keseluruhan. Sementara Kalurahan Kampung meskipun memiliki capaian layanan ibu hamil dan nifas yang cukup tinggi, masih perlu meningkatkan indikator lainnya agar dapat naik ke kategori Baik.
Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan hasil telaah data, beberapa permasalahan yang berpotensi menyebabkan penurunan skor antara lain:
- Belum optimalnya pemutakhiran data sasaran stunting pada tingkat kalurahan sehingga terdapat ketidaksesuaian antara kondisi riil dan data yang tercatat dalam sistem.
- Cakupan layanan remaja putri masih rendah pada beberapa kalurahan, terutama terkait konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pemantauan kesehatan remaja.
- Belum maksimalnya koordinasi lintas sektor, terutama antara pemerintah kalurahan, puskesmas, kader kesehatan, dan tim percepatan penurunan stunting.
- Keterlambatan input dan validasi data pada aplikasi atau sistem pelaporan yang digunakan sehingga memengaruhi skor yang dihasilkan.
- Pemahaman operator dan pelaksana lapangan yang belum merata terkait indikator-indikator konvergensi stunting.
- Karakteristik wilayah perbukitan Kapanewon Ngawen yang menyebabkan akses terhadap beberapa layanan dasar dan kegiatan monitoring menjadi lebih menantang dibanding wilayah yang lebih mudah dijangkau.
Rekomendasi Tindak Lanjut
Untuk meningkatkan capaian skor konvergensi pada periode berikutnya, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Percepatan Pemutakhiran dan Validasi Data
Pemerintah kalurahan bersama kader dan pendamping desa perlu melakukan pengecekan ulang data sasaran secara berkala agar data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi lapangan.
2. Penguatan Intervensi pada Remaja Putri
Puskesmas, sekolah, dan pemerintah kalurahan perlu meningkatkan edukasi kesehatan remaja serta memastikan distribusi dan konsumsi Tablet Tambah Darah berjalan optimal.
3. Optimalisasi Rembuk Stunting dan Koordinasi Lintas Sektor
Forum koordinasi perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian indikator serta menyusun strategi percepatan bagi kalurahan yang masih memiliki skor rendah.
4. Pendampingan Intensif bagi Kalurahan Prioritas
Kalurahan Beji dan Kampung perlu mendapatkan pendampingan lebih intensif dari pemerintah kapanewon, pendamping desa, dan tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan capaian indikator yang masih rendah.
5. Replikasi Praktik Baik
Peningkatan skor yang dicapai Kalurahan Watusigar dapat dijadikan contoh praktik baik bagi kalurahan lain, khususnya dalam hal pemutakhiran data dan koordinasi pelaksanaan intervensi stunting.
Penutup
Meskipun mayoritas kalurahan mengalami penurunan skor pada bulan Juni 2026, capaian konvergensi stunting di Kapanewon Ngawen masih menunjukkan potensi yang baik untuk terus ditingkatkan. Dengan penguatan koordinasi lintas sektor, pemutakhiran data yang berkelanjutan, serta pendampingan yang lebih intensif kepada kalurahan yang membutuhkan perhatian khusus, target percepatan penurunan stunting di Kapanewon Ngawen diharapkan dapat tercapai secara lebih optimal pada triwulan berikutnya.
Penulis: Novi Maulana, S.T.
Koordinator Kecamatan Pendamping Desa Kapanewon Ngawen

Komentar
Posting Komentar