Rencana Penghijauan Bekas Longsor di Padukuhan Jono Kalurahan Tancep Mulai Disiapkan
Tancep, 30 April 2026 — Pemerintah Kalurahan bersama berbagai pihak terkait mulai mematangkan rencana penghijauan kembali di kawasan bekas tanah longsor yang berada di Padukuhan Jono dan Tancep. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus pencegahan bencana serupa di masa mendatang.
Pada Kamis (30/4), Pemerintah Kalurahan didampingi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta pendamping desa dari Kapanewon Ngawen melaksanakan survei langsung ke lokasi terdampak longsor. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kondisi lahan sekaligus menentukan titik-titik strategis penanaman.
Dalam survei tersebut, direncanakan bahwa jenis tanaman yang akan dibudidayakan meliputi tanaman buah serta akar wangi. Tanaman buah dipilih untuk memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, sementara akar wangi dikenal memiliki kemampuan mengikat tanah yang kuat sehingga efektif dalam mencegah erosi dan longsor.
Pemerintah Kalurahan juga telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Padukuhan Jono guna mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pembuatan lubang tanam yang akan digunakan saat kegiatan penanaman berlangsung.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program ini, tidak hanya sebagai bentuk gotong royong, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil penghijauan. Dengan demikian, diharapkan tanaman yang ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan.
Rencananya, kegiatan penanaman akan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul. Kehadiran kepala daerah tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Program penghijauan ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan kondisi lahan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana alam. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pendamping desa, dan masyarakat, diharapkan kawasan bekas longsor dapat kembali hijau, produktif, dan aman bagi warga sekitar.
Ke depan, Pemerintah Kalurahan berencana untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan tanaman serta kondisi lahan, sehingga program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Komentar
Posting Komentar