Senin, 20 April 2026

Penaburan Perdana 2.000 Bibit Ayam Joper, Langkah BUMKal Kampung Perkuat Ketahanan Pangan

 


Ngawen — Sebanyak 2.000 ekor bibit ayam Jowo Super (Joper) resmi ditebar perdana di kandang milik BUMKal Bangkit Karya Mandiri, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Senin (20/4). Kegiatan yang didanai Dana Desa Tahun Anggaran 2025 ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan kalurahan sekaligus wujud kolaborasi antara pemerintah kalurahan, Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa.

Sinergi Lintas Pihak Sejak Perencanaan

Ketua BUMKal Bangkit karya Mandri Kalurahan Kampung Hardono, dalam sambutannya, menyebut program ayam joper ini bukan kegiatan instan. Prosesnya dimulai sejak Musyawarah Kalurahan akhir 2025 lalu. “Warga mengusulkan usaha produktif yang cepat menghasilkan dan bisa menyerap tenaga kerja. Setelah dikaji bersama Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, diputuskan ayam joper yang paling cocok karena masa panen 70 hari dan pasarnya jelas,” ujarnya. Pendamping Desa Kapanewon Ngawen yang ikut mendampingi menjelaskan, peran pendamping adalah memastikan usulan warga sesuai regulasi dan layak secara bisnis. “Kami bantu hitung analisa usaha, cek RAB di SISKEUDES, sampai pastikan SOP kandang dan pakan sudah ada. Jangan sampai Dana Desa keluar tapi pengelolaannya tidak siap,” katanya. Sementara Pendamping Lokal Desa (PLD) Kalurahan Kampung bertugas mengawal harian. Mulai dari memfasilitasi pembentukan tim pengelola di bawah BUMKal, mendampingi pelatihan teknis budidaya ke peternak lokal, hingga memastikan pembangunan kandang sesuai spesifikasi. “Tiap minggu kami cek progres. Kalau ada kendala langsung dibahas bareng pamong dan BUMKal,” ungkap Eko Widodo PLD yang setiap hari berkantor di balai kalurahan. Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngawen juga turun langsung. Selain memberi rekomendasi teknis soal kelayakan kandang dan sanitasi, Jawatan Kemakmuran ikut menghubungkan BUMKal dengan dinas terkait untuk akses vaksin dan pasar. “Ini contoh ketahanan pangan yang ideal. Ada BUMKal sebagai pelaksana, kalurahan sebagai pemilik, kapanewon sebagai pembina, dan pendamping sebagai pengawal aturan,” jelas Tri Hartono perwakilan Jawatan Kemakmuran.

Detail Program: Dari Hulu ke Hilir

BUMKal Bangkit Karya Mandiri dipilih sebagai pengelola karena sudah berstatus “Berkembang” dan memiliki unit usaha pertenakan. Direktur BUMKal Hardono menjelaskan, 2.000 DOC joper tahap pertama ini ditempatkan di kandang seluas 200 m² di Padukuhan Kalitekuk. “Target panen 70 hari dengan bobot 0,9-1 kg per ekor. Kalau harga stabil Rp35.000/kg, omzet kotor bisa Rp63 juta - Rp70 juta per siklus. Setelah dipotong pakan, bibit, dan operasional, laba bersihnya untuk PADes dan pengembangan usaha,” paparnya BUMKal berencana menggandeng kelompok PKK dan Karang Taruna untuk olahan ayam, seperti ayam ungkep frozen dan bakso  agar nilai tambah lebih besar. Warga yang ingin jadi mitra pemeliharaan juga sudah mulai didata, dan juga SPPG di wilayah kapanewon Ngawen

Peran Sentral Pendamping Desa dan PLD

Keberhasilan penaburan perdana ini tidak lepas dari pendampingan intensif. Pendamping Desa memastikan seluruh dokumen perencanaan, mulai dari usulan musrenbang, RKP, APBKal, sampai laporan di OM-SPAN, sinkron dan akuntabel. “Kalau administrasi beres, risiko jadi temuan inspektorat bisa ditekan,” tegasnya.Di tingkat kalurahan, PLD jadi “penjaga gawang” harian. Ia memastikan RAB tidak mark-up, bibit ayam datang sesuai spesifikasi, dan TPK BUMKal mencatat semua pengeluaran di buku kas. “Pendamping tidak boleh cawe-cawe keputusan, tapi wajib meluruskan kalau ada yang menyimpang dari aturan,” kata PLD. Model kolaborasi ini yang ingin direplikasi ke kalurahan lain. Tri Hartono dari jawatan kemakmuran kapanwon Ngawen yang hadir dalam kegiatan menyebut, BUMKal Kampung bisa jadi pilot project ketahanan pangan berbasis unggas di Ngawen. “Kuncinya ada di pendampingan. Selama PD dan PLD aktif, kalurahan berani eksekusi program inovatif,” ucapnya.

Harapan untuk Kemandirian Pangan

Program ayam joper BUMKal Bangkit Karya Mandiri ditargetkan bisa 4 kali siklus dalam setahun. Jika berjalan lancar, selain menambah PADes, program ini akan menyerap  tenaga kerja tetap dari warga setempat dan menstabilkan harga ayam di wilayah Ngawen.“Ini baru tahap pertama. Target kami, tahun depan BUMKal sudah bisa scaling ke 5.000 ekor per siklus dan punya kandang pembesaran di tiap padukuhan,” tutup Lurah Kampung.Dengan dikawalnya program ini oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sejak hulu, Kalurahan Kampung berharap ketahanan pangan tidak lagi sekadar slogan, tapi benar-benar jadi penggerak ekonomi warga.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penaburan Perdana 2.000 Bibit Ayam Joper, Langkah BUMKal Kampung Perkuat Ketahanan Pangan

  Ngawen — Sebanyak 2.000 ekor bibit ayam Jowo Super (Joper) resmi ditebar perdana di kandang milik BUMKal Bangkit Karya Mandiri, Kalurahan ...